Ingin Berbakti pada Orang Tua? Belajarlah dari Uwais Al-Qarni

Ingin Berbakti pada Orang Tua? Belajarlah dari Kisah Pemuda Ini

3016992183

“dan Tuhanmu telah memerintahkan agar engkau jangan menyembah selain dia, dan hendaklah berbuat baik kepada orang tua (ibu dan Bapak). Jika salah seseorang diantara keduanya hingga berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau berkata ‘ah’ serta janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah pada keduanya perkataan yg baik”. (QS. Al Isra: 23).

seseorang ibu ialah sosok yang mempunyai tempat yang sangat mulia dalam Islam, oleh karena itu setiap anak harus buat selalu berbakti kepada orang tua, terlebih lagi pada ibunya. seorang anak tidak diperbolehkan untuk mengatakan ‘Ah’ pada orang tua, walaupun pada keadaan terpaksa, terlebih lagi durhaka pada orang tuanya

Berbakti pada orang tua bukanlah hal yg sulit bagi anak yang baik, terlebih lagi dalam Islam memang telah diwajibkan pula untuk berbakti serta selalu memuliakan orang tua kita, serta apabila kita berbakti pada orang tua, berarti kita sudah berbakti pula kepada Allah serta Rasul-Nya.

Berbicara perihal memuliakan orang tua, di sini penulis akan menceritakan kisah seorang pemuda yg ialah sahabat Nabi. Pemuda ini bernama Uwais Al-Qarni. tak asing lagi ditelinga kita, bukan? Ya, Uwais Al-Qarni merupakan seorang pemuda miskin yg tinggal di pinggiran Yaman.

1452999211569b022bdb283

Uwais Al-Qarni adalah pemuda yang tidak populer, miskin, serta mempunyai penyakit kulit. tak ada yang mengenalnya bahkan namanya pun tidak dikenal. tetapi, Uwais ialah pemuda yg sangat dicintai oleh Allah dan terkenal di langit, dikarenakan dia sangat patuh dan menghormati ibunya yg sakit lumpuh.

Suatu waktu Uwais meminta izin pada ibunya buat pergi ke Madinah dalam rangka untuk melepaskan kerinduannya pada Rasulullah. oleh bunda pun memberikan izinnya, tetapi dengan syarat selesainya berjumpa dengan Rasulullah dia harus segera kembali, karena ibunya yg sakit-sakitan.

sehabis melakukan perjalanan yang sangat panjang, tetapi Uwais tidak mendapati Rasulullah di rumahnya karena Rasul sedang memimpin peperangan, ucap Aisyah di Uwais waktu itu. kemudian Uwais pun menitipkan pesan kepada Aisyah buat Rasulullah. dia tidak dapat menunggu Rasulullah balik , dikarenakan beliau sudah berjanji pada ibunya, untuk segera balik kerumah dengan cepat.

lalu di kesempatan yang lain, oleh ibu meminta Uwais untuk mengantarkannya pergi haji. Tentu Uwais tidak menolak, walaupun dia dari keluarga miskin, dengan kecerdasan yg dimilikinya, Uwais membeli seekor sapi kecil, yg dirawatnya hingga besar dan selalu menggendong sapi tersebut sembari naik turun bukit.

pemuda yaman gendong ibunya sejauh banten banyuwangi

Alasan Uwais selalu menggendong sapinya, sebab agar Uwais kuat buat menggendong ibunya berangkat haji. lalu Uwais pun berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala agar diampuni dosa-dosa ibunya. Ibunya pun bertanya lalu bagaimana dengan dosa-dosamu? “Jika Allah mengampuni dosa-dosa ibu dan ibu masuk ke surganya Allah, maka cukuplah rida dari ibu yg akan membawaku ke surga” jawab Uwais.

Allah Subhanahu wa ta’ala pun memberikan karunia untuk Uwais, di mana penyakit kulitnya sembuh, dan hanya tertinggal satu bulatan di tengkuknya, yg mana artinya tanda yg disebutkan oleh Rasulullah kepada Ali serta Umar buat mencari keberadaannya. namun, beberapa tahun sehabis kedatangan Ali serta Umar, Uwais pun wafat.

warga Yaman sangat heran saat itu, sebab begitu banyak yang menginginkan buat memandikan, menyalati, dan menguburkan jenazah Uwais, tetapi orang-orang itu bukan dari masyarakat Yaman, melainkan orang-orang itu adalah para malaikat. Yaitu para malaikat yg diturunkan ke bumi, hanya buat mengurus jenazah serta pemakamannya Uwais.

dari sosok Uwais kita dapat belajar bahwa berbakti di orang tua akan membuat Allah sayang pada kita, dan membuahkan kita terkenal di langit, seperti halnya Uwais. Semoga kita mampu menjadi Uwais pada zaman modern ini.

Sumber Artikel : lpmdinamika.co

Kisah Inspiratif Umar Bin Khattab Ketika Masuk Islam

Kisah Umar Bin Khattab Masuk Islam serta menjadi Khalifah

kisah umar bin khattab ketika dua perempuan menolak lamarannya bik

Umar bin Khattab adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yg menjadi khulafaur rasyidin. Umar artinya khalifah kedua yg meneruskan usaha Rasulullah selesainya Abu Bakar ash-Shiddiq. Umar menjadi khulafaur rasyidin selama 10 tahun pada 634-644 Masehi atau tahun 13-23 Hijriah.
Nabi Muhammad SAW memberikan julukan Umar bin Khattab dengan sebutan Al-Faruq yg artinya pembeda. Umar mampu membenakan kebenaran serta kebatilan. Gelar Umar bin Khattab lainnya ialah Amirul Mukminin yang berarti pemimpin orang-orang beriman.

Umar bin Khattab populer menjadi sosok yg keras dan pemberani. Bahkan sebelum masuk Islam, Umar sangat menentang Nabi Muhammad. dia ditakuti kaum Muslimin karena kerap menyiksa pengikut Rasulullah.

Baca Juga : Andai Aku Bertemu Umar

pada suatu hari, amarah Umar pun pecah. dengan gagah berani, Umar membawa pedang hendak membunuh Rasulullah. namun, di perjalanan beliau justru bertemu Nu’aim bin Abdillah yang memberi tahu bahwa adik Umar, Fathimah telah masuk Islam.

Umar pun berbalik dan bergegas menemui adiknya dengan emosi yg membuncah. di depan rumah, Umar justru mendengar Fathimah serta suaminya membaca Alquran.

Umar menampar Fathimah. sang adik lantas tersungkur serta menangis. Umar pun melihat bacaan Alquran yg sedang dibaca adiknya. dia tersentuh dengan bacaan surat Taha itu. Hatinya pun luluh.

Seketika Umar ingin bertemu Muhammad.

Tunjukkan aku keberadaan Muhammad,” kata Umar, seperti dikutip dari Kisah-Kisah Inspiratif sahabat Nabi karya Muhammad Nasrulloh.

Kali ini, Umar tidak ingin membunuh Nabi Muhammad melainkan hendak masuk Islam. Umar menuju Darul Arqam, tempat Nabi Muhammad berkumpul dengan para sahabat.

saat Umar datang, para sahabat panik serta takut Umar bakal menyerang. namun, Rasulullah justru membukakan pintu buat Umar.

Apa yang membawamu datang kemari wahai Umar?” tanya Rasulullah.

Umar pun menjawab dia beriman kepada Allah. Umar pun mengucapkan kalimat syahadat. Rasulullah dan para sahabat menyambut bahagia keislaman Umar dengan bertakbir.

sesudah Umar masuk Islam, Umar menyarankan Rasulullah supaya tidak lagi menyiarkan Islam dengan sembunyi-sembunyi. Rasulullah serta para sahabat mulai berdakwah dengan terang-terangan. Pengikut Nabi Muhammad pun semakin berkembang.

Umar pula orang yang paling terdepan membela serta melindungi Nabi Muhammad. Umar selalu setia berada di sisi Rasulullah. beliau ikut dalam setiap peperangan. Umar bahkan dianggap sebagai sahabat utama Nabi Muhammad sesudah Abu Bakar.

saat Rasulullah meninggal, Umar ialah salah satu orang yg paling terpukul. Umar dan sahabat nabi lainnya bertekad melanjutkan perjuangan sang Baginda. waktu itu Abu Bakar ditunjuk menjadi khalifah dan Umar dipercaya sebagai salah satu penasihatnya.

setelah Abu Bakar meninggal, Umar pun ditunjuk sebagai khalifah ke 2. di bawah pimpinan Umar, Islam semakin berkembang pesat. Umar bisa mengambil alih Mesopotamia, sebagian Persia dari Kekaisaran Sassanid. Umar juga jua mengambil alih Mesir, Palestina, Suriah, Afrika Utara, dan Armenia dari Kekaisaran Romawi

Umar pula banyak mengubah tatanan pemerintahan. Umar mulai melakukan sensus serta mulai menghitung penanggalan Islam saat peristiwa Hijrah. Inilah asal usul nama tahun Hijriah.

Umar bin Khattab meninggal dunia sebab dibunuh oleh Abu Lukluk waktu akan menjadi imam salat Subuh. setelah Umar meninggal dunia, posisi khalifah diduduki oleh Utsman bin Affan.

Meski demikian, masa pemerintahan Umar bin Khattab merupakan masa yang gemilang bagi perkembangan dan kemajuan agama Islam.

Ada banyak sekali prestasi yang telah diraih pada masa itu, seperti dalam bidang perluasan wilayah, penataan administrasi negara, bidang perekonomian, keamanan dan ketertiban masyarakat, dan sebagainya.

Bahkan ada yang mengatakan bahwa Umar bin Khattab adalah sebagai pendiri Negara Islam.

Penyebutan Umar bin Khattab sebagai pendiri negara Islam tidak dikaitkan antara pendirian sebuah negara dengan kekhalifahan. Akan tetapi, tujuan utama dari pendirian Islam adalah untuk memperkuat akidah, bukan memperluas wilayah semata.

Umar bin Khattab menjadi khalifah selama sepuluh tahun, yaitu pada tahun 634-644 Masehi. Umar bin Khattab dibunuh oleh Abu Lukluk (Fairuz), seorang budak pada saat ia akan memimpin sholat Subuh.

Fairuz adalah salah seorang warga Persia yang masuk Islam setelah Persia ditaklukkan Umar bin Khattab.

Pembunuhan ini konon dilatarbelakangi oleh dendam pribadi Abu Lukluk (Fairuz) terhadap Umar RA. Fairuz merasa sakit hati atas kekalahan Persia, yang saat itu merupakan negara digdaya. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, 25 Dzulhijjah 23 H/644 Masehi.

Itulah kisah Umar bin Khattab yang bisa Di pahami dan ceritakan pada anak-anak sebagai pengetahuan agama Islam. Semoga bermanfaat, ya

telah membeli
45 minutes ago