5 Rekomendasi Al Quran Tafsir Per Kata – Best Seller

5 Rekomendasi Al Quran Tafsir Per Kata – Best Seller

Al Quran Tafsir Per Kata adalah salah satu solusi terbaik bagi mereka yang ingin belajar memahami Al quran tafsir per kata dengan mudah dan cepat. Tafsir ini sangat ringkas (hanya satu jilid) yang disusun berdasarkan kata per kata dari setiap ayat al Qur’an sehingga mudah untuk dibaca dan dipahami, baik secara terpotong-potong kata per kata maupun secara utuh ayat per ayat. Anda tak perlu khawatir, kitab tafsir ini disusun dengan merujuk kepada sumber-sumber terpercaya dari berbagai kitab tafsir yang mu’tabar (diakui) seperti tafsir ibnu katsir, dan lainnya.

Meskipun ringkas, tafsir quran perkata dilengkapi dengan asbabun nuzul (sebab-sebab turunnya ayat al Qur’an) dan terjemahan lengkap bahasa indonesia sehingga sangat mudah untuk dibaca dan dipahami oleh orang awam sekalipun. Wajar bila kitab ini mendapat banyak pujian dari ulama dan ahli tafsir di Indonesia.

Dalam memahami suatu ayat Al-Qur’an, diperlukan ilmu tafsir yang akan menjelaskan arti dan kandungan ayat tersebut. Buku ini berbeda dengan buku-buku tafsir lainnya. Buku ini berisi tafsir sebagian kata/kalimat Al-Qur’an yang dianggap multitafsir, yang ditulis secara detail namun singkat, sehingga mudah dipahami. Pada sisi kiri dimuat nomor ayatnya, kemudian kata/kalimat yang dimaksud, lalu tafsirnya. Disusun berdasarkan urutan ayat-ayat pada setiap surat untuk memudahkan dalam mempelajarinya.

Dalam memahami dan menafsirkan Al-Qur’an diperlukan bukan hanya pengetahuan bahasa Arab, tetapi juga berbagai macam ilmu pengetahuan yang menyangkut Al-Qur’an dan isinya. Ilmu untuk memahami Al-Qur’an ini disebut dengan Ushul Tafsir atau biasa dikenal dengan Ulumul Qur’an (ilmu-ilmu Al-Qur’an). Terdapat tiga bentuk penafsiran yaitu Tafsîr bil ma’tsûr, at-tafsîr bir ra’yi, dan tafsir isyari, dengan empat metode, yaitu ijmâli, tahlîli, muqârin dan maudhû’i.

 

Baca Juga : Al Quran Yang Dilengkapi Transliterasi Per Kata Terbaru

 

 

Sedangkan dari segi corak lebih beragam, ada yang bercorak sastra bahasa, fiqh, teologi, filsafat, tasawuf, ilmiyah dan corak sastra budaya kemasyarakatan.

Sejarah tafsir Al Quran

Sejarah ini diawali dengan masa Rasulullah ﷺ masih hidup sering kali timbul beberapa perbedaan pemahaman tentang makna sebuah ayat. Untuk itu mereka dapat langsung menanyakan pada Rasulullah ﷺ.

Para sahabat yang terkenal banyak menafsirkan Al-Quran antara lain empat khalifah, Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Ubay bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit, Abu Musa al-Asy’ari, Abdullah bin Zubair. Pada masa ini belum terdapat satupun pembukuan tafsir dan masih bercampur dengan hadis.

Sesudah generasi sahabat, datanglah generasi tabi’in yang belajar Islam melalui para sahabat di wilayah masing-masing. Ada tiga kota utama dalam pengajaran Al-Qur’an yang masing-masing melahirkan madrasah atau madzhab tersendiri, yaitu

  • Mekkah dengan madrasah Ibnu Abbas dengan murid-murid antara lain Mujahid ibn Jabir, Atha bin Abi Rabah, Ikrimah Maula Ibn Abbas, Thaus ibn Kisan al-Yamani dan Said ibn Jabir,
  • Madinah dengan madrasah Ubay ibn Ka’ab dengan murid-murid Muhammad bin Ka’ab al-Qurazhi, Abu al-Aliyah ar-Riyahi dan Zaid bin Aslam, dan
  • Irak dengan madrasah Ibnu Mas’ud dengan murid-murid Hasan al-Bashri, Masruq ibn al-Ajda, Qatadah bin Da’amah, Atah ibn Abi Muslim al-Khurasani dan Marah al-Hamdani.
    Pada masa ini tafsir masih merupakan bagian dari hadis namun masing-masing madrasah meriwayatkan dari guru mereka sendiri-sendiri.

Ketika datang masa kodifikasi hadis, riwayat yang berisi tafsir sudah menjadi bab tersendiri namun belum sistematis sampai masa sesudahnya ketika pertama kali dipisahkan antara kandungan hadits dan tafsir sehingga menjadi kitab tersendiri.
Usaha ini dilakukan oleh para ulama sesudahnya seperti Ibnu Majah, Ibnu Jarir ath-Thabari, Abu Bakr ibn al-Munzir an-Naisaburi dan lainnya. Metode pengumpulan inilah yang disebut tafsir bil Ma`tsur.

Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Dinasti Abbasiyah menuntut pengembangan metodologi tafsir dengan memasukan unsur ijtihad yang lebih besar. Meskipun begitu mereka tetap berpegangan pada tafsir bi al-Ma`tsur dan metode lama dengan pengembangan ijtihad berdasarkan perkembangan masa tersebut.

Hal ini melahirkan apa yang disebut sebagai tafsir bi ar-ra’yi yang memperluas ijtihad dibandingkan masa sebelumnya. Lebih lanjut perkembangan ajaran tasawuf melahirkan pula sebuah tafsir yang biasa disebut sebagai tafsir isyari.

Kelebihan Al Quran Tafsir Per kata:

  1. Tafsir ijmali (global) yang ringkas, bukan sekedar terjemah, yang disusun berdasarkan kata per kata dari setiap ayat al-Qur’an
  2. Mudah dibaca & dipahami, baik secara terpotong-potong kata per kata atau pun secara utuh ayat per ayat.
  3. Disusun dengan merujuk kepada buku-buku Tafsir yang mu’tabar (diakui)
  4. Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul, yang memberikan informasi tentang kondisi dan latar belakang turunnya setiap ayat.
  5. Dilengkapi juga dengan terjemahan Departemen Agama.
  6. Cocok untuk hadiah (kado) kepada orang yang anda kasihi.
  7. Lengkap 30 Juz al Qur’an hanya dalam satu buku.
  8. Sangat cocok untuk dibaca sendiri ataupun dihadiahkan kepada orang lain.
  9. Tafsir perkata dibawah tulisan ayat, terjemah lengkap di kanan & kiri halaman, dilengkapi asbabun nuzul yang menerangkan kondisi & latar belakang turunnya ayat. Tafsir Al Qur’an perkata dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan terjemah.

“al Quran tafsir Per Kata luar biasa baiknya. Tafsir ini bukan hanya memberi dimensi apanya Al Qur’an itu atau dimensi ontologinya. Tetapi juga memberikan dimensi epistimologi ( bagaimananya ) dan dimensi aksiologi ( mengapanya )”

“Buku ini bagus, bisa memudahkan kita untuk belajar memahami Al Qur’an. Buku ini lengkap : ada tafsir, asbabun nuzul & terjemah, sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak mempelajari Al Qur’an”

“Tafsir Quran Per Kata ini menjawab kerinduan setiap hamba Allah yang awam, yang selama ini mencoba memahami Al Qur’an dengan lebih baik. Sebagai orang tua, buku ini sangat membantu untuk mengantarkan buah hati pada pemaknaan yang lebih dalam akan firman-Nya”

 

Baca Juga : al quran dengan terjemahan per kata

 

 

Berikut ini 4 Rekomendasi Al Quran Tafsir per kata :

 

1. Al Quran Terjemah Tafsir PerKata Ukuran A5 Sedang HC Penerbit Jabal

belajar terjemahan al quran perkata

Penerbit : Jabal
Ukuran : 15 x 21.5 cm
Jenis : Al-Quran Terjemah Per Kata
Model : Hard Cover
Kertas : Qpp

Fitur-fitur :

– Khat Madinah Rasm Utsmani standar Depag
– Terjemahan (per ayat) versi Depag
– Terjemahan Per Kata berdasarkan tafsir Ibnu Katsir
– Asbabunnuzul
– Ringkasan Hadits Bukhari Muslim, dll

2. Al-Quran Tafsir Per Kata & Tajwid ROBBANI A4

alquran latin dan terjemahan perkata

Penerbit : Surprise
Ukuran : 21 x 29.7cm (A4) dan 14 x 20cm (A5)
Model : Hard Cover + emboss

Fitur :
– Khat Madinah yang jelas
– Cetakan full color dan tajam
– Tajwid Warna sesuai ketentuan Depag RI
– Tafsir Per Kata
– Terjemah Depag RI
– Wirid Pagi dan Petang
– Asbabun Nuzul
– Ruqyah dan Doa-doa penangkal bala
– Mutiara Hikmah
– Ilmu Tajwid
– Indeks Al-Quran

3. Al Quran Al Qur’an Terjemah Dengan Tafsir Perkata Al-Fatih (A5)

terjemahan ayat al quran per kata

Penerbit : Al-Fatih
Cover : Hard Cover
Ukuran : 20,5 x 15,4 x 2,7 cm ( 0,8 kg)

Fitur :

1. Terjemah Tafsir per kata yang merujuk kitab Tafsir Ibnu Katsir
2. Menggunakan tanda tajwid kode arab
3. Asbabunnuzul (sebab-sebab turun ayat)
4. Pengelompokkan dan tematik terjemah
5. Terjemah tanpa takwil
6. Sisi terjemah yang seragam pada satu sisi
7. Indek terjemah al-quran
8. Tuntunan Zikir setelah shalat fardhu
9. Doa dan zikir harian
10. Gambar dan keterangan makharijul huruf
11. Panduan hukum tajwid dan contohnya
12. Tulisan yang nyaman dibaca
13. Menggunakan kertas QPP pernis kualitas tinggi
14. Suplemen tabloid al-Fatih
15. Harga lebih terjangkau

4. Al-Qur’an Al-Hidayah Tafsir Perkata Tajwid Kode Angka A5

harga al quran terjemah perkata

Penerbit: Kalim
Ukuran: 14 cm x 21 cm (Ukuran A5)
Cover: Hard Cover
Berat: 750 gram
Tebal: 625 halaman

Keunggulan Al-Qur’an Hidayah:
1. Tafsir disarikan dari kitab al-Munir Karya Imam Nawawi Al-Bantany, ulama Banten yang mengajar di Masjidil Haram, beliau wafat tahun 1897 H
2. Ada asbabun nuzul
3. Indeks Tematik
4. Qur’an Message Service
5. Panduan Menghafal Al-Qur’an Untuk Pemula

telah membeli
45 menit lalu