Sudah Mendekati Ramadhan, namun Hutang Puasa Belum Terbayar? Puasa Qadha

Sudah Mendekati Ramadhan, namun Hutang Puasa Belum Terbayar? Puasa Qadha

Puasa Qadha Cara membayar hutang puasa yang sudah menahun

Bulan Ramadhan merupakan bulan diwajibkan berpuasa bagi muslim. Namun, di setiap Ramadhan ada saja beberapa golongan orang-orang tertentu tidak bisa melaksanakan puasanya secara penuh dalam satu bulan.

Hal ini karena adanya uzur atau keadaan tertentu yang membuat ia tak bisa berpuasa di bulan Ramadhan.

Baca Juga : 30 Hari Doa Bulan Ramadhan Bikin Puasa Lebih Afdal

Seorang muslim yang lalai meninggalkan puasanya dan sudah menahun, akan mendapat beban tambahan. Untuk itu, sudah menjadi kewajiban bahwa orang tersebut harus membayar utang puasanya.

Pengertian Puasa Qadha

Puasa qadha adalah puasa yang dilaksanakan untuk membayar utang puasa bagi yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan. Puasa qadha berlaku bagi orang yang sanggup berpuasa namun puasanya terhambat karena halangan atau uzur yang dialami pada saat bulan Ramadhan.

Puasa qadha dapat dilakukan di luar bulan Ramadhan yang biasanya dilaksanakan pada bulan Syawal hingga sebelum bulan Ramadhan berikutnya atau bulan Syaban.

Hukum Puasa Qadha

Sebagaimana hukum puasa di bulan Ramadhan adalah wajib, maka membayar utang puasa di bulan Ramadhan atau qadha hukumnya adalah wajib juga.

Puasa qadha tidak boleh dibatalkan kecuali Jika ada udzur yang dibenarkan syariat sebagaimana halnya ibadah puasa Ramadhan.

Akan tetapi, ada beberapa orang yang tidak berkewajiban menjalankan puasa. Berikut ini beberapa golongan orang yang diperbolehkan tidak berpuasa Ramadan, di antaranya:

1. Wanita Hamil dan Menyusui

Puasa Qadha,

Salah satu golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa yaitu wanita hamil dan menyusui. dalam hal ini, Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Ahmad, artinya:

“Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla menghilangkan di musafir separuh shalat. Allah pun menghilangkan puasa pada musafir, wanita hamil dan wanita menyusui.”

Melansir dari NU Online, setiap umat Islam yang membatalkan puasanya demi orang lain.

Seperti ibu menyusui atau ibu hamil dan orang yang lalai tidak menjalankan ibadah puasa Ramadan hingga tahun berikutnya tiba akan mendapat beban tambahan.

Sementara itu, wanita dalam keadaan haid dan nifas menjadi golongan yang dilarang berpuasa Ramadan. Namun, tentu saja mereka harus mengganti dengan puasa qadha di kemudian hari.

2. Perjalanan Jauh

Puasa Qadha,

Setiap muslim yang sedang melakukan perjalanan jauh saat bulan Ramadan, dibolehkan untuk tidak berpuasa Jika kondisinya berat dan menyulitkan.

Kendati demikian, orang tersebut harus mengganti puasanya di kemudian hari. Hal ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam sebuah hadis riwayat Muslim, yang artinya:

“Rasulullah Saw. ketika bersafar melihat orang yang berdesak-desakan” Lalu ada seseorang yang diberi naungan. Kemudian Nabi Saw. mengatakan, “Siapa ini?” Orang-orang pun mengatakan, “Ini adalah orang yang sedang berpuasa.” kemudian Nabi Muhammad Saw. bersabda : “Bukanlah suatu yang baik seseorang berpuasa saat dia bersafar.”

3. Orang Sakit

Puasa Qadha,

Salah satu golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa yaitu orang sakit. Hal ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam Surat Al-Baqarah ayat 185, Allah SWT berfirman, yang artinya:

“Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.”

4. Orang Lanjut Usia

Puasa Qadha,

Orang tua yang sudah tidak mampu menjalankan ibadah puasa Ramadan tidak diwajibkan untuk berpuasa. Meski begitu, orang tersebut harus atau diwajibkan untuk membayar fidyah yaitu memberi makan fakir miskin setiap kali orang tersebut tidak berpuasa.

Allah berfirman dalam Al-Baqarah ayat 184, “dan wajib bagi orang – orang yang berat menjalankannya (Jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.”

Anjuran untuk membayar fidyah ini, sebagaimana yang telah disebutkan dalam salah satu hadis, artinya:

(kedua [yang wajib qadha dan fidyah] adalah ketiadaan puasa dengan menunda qadha) puasa Ramadan (padahal memiliki kesempatan hingga Ramadan berikutnya tiba) didasarkan pada hadits.

“Siapa saja mengalami Ramadan, lalu tidak berpuasa karena sakit, kemudian sehat kembali dan belum mengqadhanya hingga Ramadan selanjutnya tiba, maka ia harus menunaikan puasa Ramadan yang sedang dijalaninya, setelah itu mengqadha utang puasanya dan memberikan makan kepada seorang miskin satu hari yang ditinggalkan sebagai kaffarah.” (HR Ad-Daruquthni dan Al-Baihaqi).

Menurut Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah, jumlah fidyah yang harus dibayarkan untuk membayar utang puasa adalah satu mud atau setara dengan 543 gram.

Sedangkan, menurut Hanafiyah, satu mud seukuran dengan 815, 39 gram bahan pokok makanan, seperti gandum dan beras.

Sementara, cara bayar utang puasa wajib dilaksanakan sebanyak hari puasa yang ditinggalkan selama bulan Ramadan. Ada beberapa ketentuan cara bayar utang puasa yang sudah menahun yang perlu diketahui setiap muslim.

Orang tersebut wajib menggantinya di luar bulan Ramadhan. Tidak wajib membayar membayar qadha puasa secara berturut-turut, boleh saja secara terpisah. Karena dalam ayat diperintahkan dengan perintah umum.

Ketentuan ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam Alquran Surah Al-Baqarah ayat 185, yang artinya:

“Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.”

Begitu juga menurut sebuah hadis sebagai berikut:

“Qadha (puasa) Ramadan itu, Jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya terpisah. Dan Jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya berurutan.” (HR. Daruquthni dari Ibnu’ Umar)

untuk melaksanakan puasa qadha, wajib berniat di malam hari (sebelum Subuh) sebagaimana kewajiban dalam puasa Ramadhan. Puasa wajib harus didahului oleh niat di malam hari sebelum Subuh, berbeda dengan puasa sunnah yang boleh berniat di pagi hari.

Bacaan Niat Puasa Qadha

Niat puasa qadha termasuk rukun puasa sehingga menjadi keabsahan amalan tersebut. Namun kita juga harus mengetahui hari-hari di mana ketika melakukan puasa maka haram hukumnya, yakni pada saat Idul Fitri, Idul Adha, dan hari Tasyrik (tanggal 11-13 bulan Dzulhijjah).

Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta’âlâ.

artinya: “aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”

Membayar Fidyah untuk mengganti Utang Puasa

Sebenarnya ada cara lain untuk mengganti atau membayar utang puasa di Bulan Ramadhan tahun lalu, yakni dengan cara membayar fidyah. Tapi cara ini harus dengan ketentuan atau udzur tertentu sehingga harus  membatalkan puasa.

Misalnya, orang tua yang sudah lemah fisiknya, maka bisa mengganti puasa Ramadhan dengan membayar fidyah. Ibu hamil dan menyusui dibolehkan tidak qadha puasa dan mengganti puasa Ramadhan yang terlewatkan dengan membayar fidyah.

Bagaimana Jika seseorang meninggal dunia dengan membawa utang puasa? dalam kondisi ini, pihak keluarga yang masih hidup hendaklah membayarkan fidyah atas nama almarhum/almarhumah sebanyak jumlah utang puasanya.

Fidyah dilakukan dengan memberi makan orang miskin. Jumlah orang yang akan diberi fidyah haruslah sesuai dengan jumlah puasa yang ditinggalkan.

ketentuan membayar fidyah untuk menggantikan utang puasa Ramadhan yang telah lalu

1. Memasak atau Membuat Makanan

lalu mengundang orang miskin sejumlah hari-hari puasa Ramadhan yang ditinggalkan.

2. Memberi makanan yang belum dimasak

(berupa bahan makanan) kepada orang miskin, sejumlah hari-hari puasa Ramadhan yang ditinggalkan. Pembayaran fidyah ini dapat dilakukan sekaligus. Misalnya, memberikan fidyah untuk 20 hari kepada 20 orang miskin. Cara lain juga bisa memberikan fidyah hanya kepada 1 orang miskin saja sebanyak 20 hari.

3. Untuk besaran fidyah yang diberikan

menurut ulama Malikiyah dan Syafi’iyah yaitu sebanyak 1 mud makanan/beras/tepung terigu, takaran 1 mud sama dengan 1,25 KG.

Sementara itu, ulama Hanafiyah mengatakan kadar fidyah yang wajib adalah dengan 1 Sha kurma atau 1 Sha syair (tepung terigu) atau Sha hinthoh (biji gandum).

Ukuran 1 Sha (kurma/ tepung terigu/ beras) sama dengan 4 mud. Jika dikonversikan ke dalam kilogram berarti, 4 x 1,25 KG = 5 KG.

Demikian informasi tentang puasa qadha dan membayar fidyah. sudah siapkah kamu menghadapi puasa Ramadhan tahun ini? Sambil menikmati nikmatnya berpuasa di bulan Ramadhan, jadikan momen Ramadhanmu dengan penuh keberkahan

Bagaimana Algoritma Media Sosial Membentuk Popularitas Game Klasik di Ruang DigitalStrategi Mahjong Ways 2 untuk Memahami Program Bonus Mingguan bagi Pemain AktifMahjong Wins 3 dan Pola Bonus Harian yang Menarik Perhatian Pemain AktifPergeseran Budaya Hiburan Digital dan Alasan Minat pada Live Dealer Terus MeningkatCara Menghitung Margin Keuntungan secara Matematika untuk Menganalisis PeluangGaya Bermain Santai di Mahjong Ways Plus dan Kaitannya dengan Konsistensi PermainanMenelaah Lonjakan Return Investasi dari Perspektif Analisis AlgoritmikDampak Konvergensi Faktor Pengganda terhadap Tekanan Sistem di Sektor Publik dan IndustriEvaluasi Konsistensi Hasil Pemula saat Menggunakan Mode Otomatis dalam Proses BelajarPeran Waktu dan Momentum dalam Membaca Peluang Permainan secara Lebih TerukurIntegrasi Holistik AI dan Kode Visual Membuka Taktik Data Digital yang Lebih Cerdas dan AdaptifPanduan Terkini Membaca Data RTP di Siang Hari untuk Menata Langkah Awal dengan Lebih AkuratOtoritas Lisensi Menyoroti Perbedaan Mencolok antara Klaim dan Realitas RTP Olympus yang Banyak DibicarakanKisah Pemain Lama Dragon Hatch Menunjukkan Cara Menghindari Kerugian Lewat Strategi yang Lebih Tenang dan TerukurTiga Teknik Sederhana di Mahjong Kian Menarik Dicermati karena Dinilai Membantu Membaca Peluang dengan Lebih JernihStudi Efektivitas RTP Membuka Pemahaman Baru tentang Cara Mengukur Return Permainan Secara Lebih AkuratAnalisis Mendalam Menemukan Pola Acak yang Kerap Dikaitkan dengan Lonjakan Hasil yang Menarik PerhatianAnalisis Sistem Berlapis Membantu Menentukan Arah Permainan yang Lebih Optimal dan TerarahPemanfaatan Sistem Otomatis Kian Dilirik untuk Mendorong Efisiensi dan Keteraturan Sesi yang Lebih BaikPenentuan Waktu Bermain yang Optimal Membantu Membaca Perubahan Pola Hasil dengan Lebih Cermat
Sweet Bonanza dan Fitur Tumble: Memahami Pola Permainan yang Menarik Perhatian PenggunaPanduan Santai Mahjong Ways 2 bagi Pemula untuk Memahami Permainan dengan Lebih CepatMemahami Laporan Audit Pihak Ketiga untuk Menilai Transparansi Game OnlineCara Memahami Pola Permainan Mahjong Wins 3 yang Kerap Digunakan Pemain BerpengalamanPanduan Membaca Pola Gates of Olympus untuk Menelaah Perubahan Ritme PermainanLaporan Analisis Sistem Modern dalam Menentukan Pola Permainan yang Lebih StabilPeran RTP dan Waktu dalam Membentuk Strategi Bermain yang Lebih EfektifMenelaah Waktu Bermain dan Fitur Putaran Otomatis dalam Ritme Permainan DigitalAnalisis Risiko dan Imbal Hasil dalam Sistem Permainan Digital InteraktifMahjong Ways 2 dan Ritme Spin yang Sering Dikaitkan dengan Peluang Hasil Lebih TinggiGates Of Olympus Kian Menarik Perhatian Lewat Pembahasan Pola Permainan yang Ramai Diperbincangkan PemainSweet Bonanza Kembali Disorot Setelah Muncul Beragam Cerita Pemain tentang Pola yang Sering DiamatiMenjaga Saldo Tetap Aman di Mahjong Ways Kini Kian Ditekankan Saat Pola Permainan Bergerak Tidak MenentuFenomena Jam Panas 2026 Memunculkan Perbincangan Baru tentang Pengaruh Waktu Bermain terhadap Ritme HasilSweet Bonanza Super Spin Kian Ramai Dibahas di Indonesia sebagai Fenomena Digital yang Tengah Naik DaunOptimalisasi Momen Harian Membuka Cara Baru Menyusun Strategi Permainan yang Lebih Efektif dan TerarahAnalisis Spin Gratis Mengungkap Pola Dominan yang Kian Menarik Dicermati dalam Membaca Arah PermainanWaktu Kini Dipandang Sebagai Variabel Penting dalam Menata Ritme dan Konsistensi Hasil PermainanTeori Probabilistik Membuka Pemahaman Baru tentang Pola Konsisten dan Dampaknya pada Arah ReturnEksperimen Skala Kecil Menunjukkan Siklus Tertentu Dapat Membentuk Stabilitas Return yang Lebih Terukur
Model Prediktif Baru Mengungkap Peran Timing Intermittent dalam Membaca Akurasi Return Secara Lebih JernihPendekatan Rasional di Meja Kartu Membantu Mengubah Peluang Menjadi Permainan yang Lebih KonsistenRitme Permainan Mahjong Ways 2 Kian Menarik Dicermati untuk Membaca Arah Scatter dengan Lebih Mudah dan TerarahSering Berganti Pola Bermain Justru Membuat Arah Permainan Semakin Sulit Dibaca dan Ini AlasannyaRiwayat Permainan Mahjong Ways 2 Membuka Pemahaman Lebih Dalam tentang Alur dan Ritme yang Sedang TerbentukPola Bermain Adaptif Kini Banyak Dilirik karena Dinilai Membantu Membaca Peluang dengan Lebih EfektifPergeseran Mikro dalam Sistem Kian Menarik Dikaji untuk Memahami Perubahan Hasil yang Terjadi Secara BertahapValidasi Mandiri atas Teori Repetisi Membuka Cara Baru Membaca Pola Manual yang Kerap Menarik PerhatianPola Interaksi Sederhana di Gates Of Olympus Kini Mulai Dikaji Lebih Mendalam lewat Sudut Pandang yang Lebih TerarahPemain Poker Online Kian Menarik Dicermati saat Strategi Mulai Berubah mengikuti siklus permainan yang bergerak dinamisRiset tentang Pola Angka Sinkron dan Mekanisme Sistemiknya dalam Permainan DigitalManajemen Putaran Otomatis Starlight Princess melalui Disiplin Strategis untuk Efisiensi PermainanMengapa Semakin Banyak Pemain Berpengalaman Mulai Memperhatikan Live RTP yang Lebih SederhanaAnalisis Frekuensi Putaran Manual untuk Menekan Risiko dan Menjaga Momentum PermainanAdaptasi Strategi Berbasis Data RTP untuk Meningkatkan Konsistensi Hasil PermainanMahjong Wins dengan Gameplay Ringan dan Kaitannya dengan Minat Pengguna pada Pola Permainan DigitalKesalahan Umum Pemula yang Sering Menurunkan Kualitas Pengambilan Keputusan saat BermainMahjong Wins 3 dan Strategi Memahami Program Cashback bagi Pemain AktifPanduan Bermain Gates of Olympus untuk Memahami Pola Scatter, Bonus, dan Ritme PermainanPola Aktivitas Digital yang Kerap Dikaitkan dengan Pergerakan Bitcoin dan Minat PenggunaTeori Probabilistik dan Pola Konsisten dalam Menelaah Return Permainan Secara Lebih TerukurAnalisis Perilaku Pemain untuk Menentukan Strategi Bermain yang Lebih EfisienPeran Momentum Waktu dalam Membaca Peluang Permainan secara Lebih TerarahMenelaah Lonjakan Return dari Perspektif Analisis Algoritmik yang Lebih TerukurMetode Statistik Modern dalam Penelitian yang Dinilai Lebih Konsisten dan TerukurMembaca Ritme Game dengan Lebih Jernih untuk Menjaga Peluang Tetap Stabil dan Tidak Sekadar Mengandalkan Putaran BiasaCashback Kini Banyak Dibahas sebagai Cara Pemain Menata Ulang Ritme Saat Menghadapi Kekalahan BeruntunMenjaga Ketenangan Saat Bermain Sweet Bonanza Kian Menarik Dipahami Lewat Pendekatan Psikologis yang Lebih RasionalPemain Cermat Mulai Membaca Pergerakan Sistem Game dari Pola yang Terlihat Acak Menuju Arah yang Lebih TerstrukturGates Of Olympus Kian Menarik Dicermati Lewat Pembacaan Scatter dan Pengelolaan Saldo yang Lebih Terkendali
telah membeli
45 minutes ago