Doa Dan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Terpopuler

Doa dan Dzikir setelah Sholat Fardhu Terpopuler

Doa Dan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Terpopuler

Berdzikir dan berdoa setelah sholat fardhu merupakan anjuran Rasulullah SAW pada umatnya. Bagaimana bacaan dzikir dan doa setelah sholat fardhu?

Imam Nawawi berkata dalam karyanya, buku Al-Adzkar. buku yg menjadi salah satu kitab rujukan, dan kitab induk berkenaan tentang doa dan dzikir yang populer di dunia Islam. beliau berkata dalam kitab tersebut, bahwa ulama sudah bersepakat (ijma’) tentang kesunnahan dzikir usai sholat, yg ditopang oleh banyak hadits shahih dengan jenis bacaan yang amat beragam.

Doa serta dzikir sesudah sholat berbunyi “astaghfirullahal’adzim, Alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyumu wa atubu ilaihi ” serta selengkapnya dalam artikel ini

Nabi Muhammad SAW selalu senantiasa berdzikir serta ber doa sesudah sholat. Hal ini tersirat dalam hadits riwayat Bukhari-Muslim yg dikemukakan oleh Ibnu Abbas RA yg artinya

dari Ibnu Abbas ra dia mengatakan: “bahwa mengeraskan suara dalam berdzikir waktu orang-orang selesai sholat maktubah telah ada di masa Nabi saw”. (H.R Bukhari-Muslim).

oleh karena itu sudah sepantasnya kita mencontoh kebiasaan Rasulullah dengan memanjatkan doa dan dzikir setelah sholat yg pasti diikuti adab yg baik serta benar.

dengan memanjatkan doa dan dzikir setelah sholat setiap hari akan mampu meningkatkan amalan ibadah kita pada Allah dan akan selalu mendatangkan ketenangan hati disaat menghadapi masalah. Hal ini tentunya akan berdampak positif bagi kehidupan kita serta menjadi amalan yg akan bermanfaat di akhirat kelak.

 

Baca Juga : Buku Doa Dan Dzikir Pagi Petang

 

berikut ini adalah di antara rangkaian dzikir dan bacaan doa sesudah sholat 5 waktu, yang dikutip dari berbagai sumber:

1. Membaca Istighfar Dahulu

Sebelum berdoa, dianjurkan buat membaca istighfar sebanyak tiga kali:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
“ASTAGHFIRULLAH HAL’ADZIM, ALADZI LAAILAHA ILLAHUWAL KHAYYUL QOYYUUMU WA ATUUBU ILAIIH”

2. Dilanjutkan dengan membaca :

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

“LAA ILAHA ILLALLAH WAKHDAHU LAA SYARIKA LAHU, LAHUL MULKU WALAHUL KHAMDU YUKHYIIY WAYUMIITU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI’INNQODIIR”

3. Memohon perlindungan dari siksa neraka, dengan membaca berikut tiga kali:

اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ
“ALLAHUMMA AJIRNI MINAN-NAAR” 3 x

4. Memuji Allah dengan Kalimat

للَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام.
“ALLAHUMMA ANGTASSALAM, WAMINGKASSALAM, WA ILAYKA YA’UUDUSSALAM FAKHAYYINA RABBANAA BISSALAAM WA-ADKHILNALJANNATA DAROSSALAAM TABAROKTA RABBANAA WATA’ALAYTA YAA DZALJALAALI WAL IKRAAM”

5. Membaca surat Al-Fatihah dan ayat kursi

Membaca Surat Al-Fatihah lalu dilanjutkan dengan membaca Ayat Kursi (Al-Baqarah : 255)
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَّلَانَوْمٌ، لَهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي اْلأَرْضِ مَن ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَآءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلَا يَـؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ.

“Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum. Laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa naum. Lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi idznih. Ya’lamu maa bayna aidiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhiithuuna bi syai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-a. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardh walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa Wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.”

6. Membaca Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil

Membaca kalimat Tasbih 33 kali

سُبْحَانَ اللهِ

SUBHANALLAH” 33x

Membaca kalimat Tahmid 33 kali

الْحَمْدُلِلهِ

ALHAMDULILLAH” 33x

Membaca kalimat Takbir 33 kali

اللهُ اَكْبَرُ

“ALLAHU akbar”

Membaca kalimat Tahlil 33 kali

لَااِلٰهَ اِلَّا اللهُ

“LAILAHA ILLALLAH”

 

Baca Juga : Buku Doa dan Dzikir Setelah Sholat Fardhu

 

 

7. Membaca Doa Berikut

sesudah selesai berdzikir, maka membaca doa setelah sholat berikut

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

“BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM. ALHAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN, HAMDAN YUWAAFII NI’AMAHU WAYUKAAFII MAZIIDAHU. YA RABBANAA LAKAL HAMDU KAMAA YAN BAGHHI LIJALAALI WAJHIKA WA’AZHIIMI SULTHAANIKA.”

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

“ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD”.

اَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَـقَـبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَا مَنَا وَرُكُوْ عَنَا وَسُجُوْدَنَا وَقُعُوْدَنَا وَتَضَرُّ عَنَا وَتَخَشُّوْ عَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَ نَا يَا اَلله يَا رَبَّ الْعَا لَمِيْنَ

“ALLAHUMMA RABBANAA TAQABBAL MINNAA SHALAATAANA WASHIYAAMANAA WARUKUU’ANAA WASUJUUDANAA WAQU’UUDANAA WATADLARRU’ANAA, WATAKHASYSYU’ANAA WATA’ABBUDANAA, WATAMMIM TAQSHIIRANAA YAA ALLAH YAA RABBAL’AALAMIIN”.

رَبَّنَا ضَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْ حَمْنَا لَنَكُوْ نَنَّ مِنَ الْخَا سِرِ يْنَ

“RABBANA DZHALAMNAA ANFUSANAA WA-INLAMTAGHFIR LANA WATARHAMNAA LANAKUUNANNA MlNAL KHAASIRIIN”.

رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِ يْنَ مِنْ قَبْلِنَا

“RABBANAA WALAA TAHMIL’ALAINAA ISHRAN KAMA HAMALTAHUL’ALAL LADZIINA MIN QABLINAA.”

رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَا قَتَا لَنَا بِهِ, وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْلَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَ نَا فَا نْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَا فِرِيْنَ

“RABBANAA WALAA TUHAMMILNAA MAALAA THAAQATA LANAA BIHII WA’FU’ANNAA WAGHFIR LANAA WARHAMNAA ANTA MAULAANAA FANSHURNAA ‘ALAL QAUMIL KAAFIRIIN”.

رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْ بَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَ يْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُ نْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

“RABBANAA LAA TUZIGH QULUUBANAA BA’DA IDZHADAITANAA W’AHABLANAA MIN LADUNKA RAHMATAN INNAKA ANTAL WAHHAAB”.

رَبَّنَا غْفِرْلَنَا وَلِوَالِدِيْنَ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ أَلْأَ حْيَآءِمِنْهُمْ وَاْلأَ مْوَاتِ, اِنَّكَ عَلَى قُلِّ ثَيْءٍقَدِيْرِ

“RABBANAGHFIR LANAA WALIWAALIDINAA WALIJAMI’IL MUSLIMIIN WALMUSLIMAATI WAL MU’MINIINA WALMU’MINATI. AL AHYAA-I-MINHUM WAL AMWAATI, INNAKA ALAA KULI SYAI’N QADIIR”.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآ خِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“RABBANAA AATINAA FIDDUNYAA HASANATAN WAFIL AAKHIRATI HASANATAN WAQINAA ADZAABAN-NAAR”.

اللهم اغفر لنا ذنوبناوكفرعنا سيئاتنا وتوفنا مَعَ الْأَ بْرَارِ

“ALLAHUMMAGHFIRLANAA DZUNUUBANAA WAKAFFIR ANNAA SAYYIAATINAA WATAWAFFANAA MAALABRAARI”.

سُبْحَانَ رَبِّكِ رَبِّ الْعِزَةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْ سَلِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

SUBHAANA RABBIKA RABBIL I’ZZATI AMMAA YASHIFUUNA WASALAAMUN ‘ALAL MURSALHNA WAL-HAMDU LILLAAHI RABBIL’AALAMIINA“.

artinya: “dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih serta Maha Penyayang.

Segala puji bagi Allah tuhan seru sekalian alam. dengan puji yg sebanding dengan nikmat-Nya dan menjamin tambahannya. Ya Allah tuhan Kami, bagi-Mu segala puji serta segala apa yang patut atas keluhuran DzatMu serta Keagungan kekuasaanMu. “Ya Allah! Limpahkanlah rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad dan sanak keluarganya.

Ya Allah terima sholat kami, puasa kami, ruku kami, sujud kami, duduk rebah kami, khusyu’ kami, pengabdian kami, dan sempurnakanlah apa yang kami lakukan selama sholat ya Allah. tuhan seru sekalian alam.

Ya Allah, Kami telah aniaya terhadap diri kami sendiri, karena itu ya Allah Jika tidak dengan limpahan ampunan-Mu serta rahmat-Mu pasti kami akan jadi orang yg sesat. Ya Allah tuhan kami, janganlah engkau pikulkan atas diri kami beban yang berat sebagaimana yg pernah engkau bebankan pada orang yang terdahulu dari kami. Ya Allah tuhan kami, janganlah engkau bebankan atas diri kami apa yg di luar kesanggupan kami. Ampunilah dan limpahkanlah rahmat ampunan terhadap diri kami ya Allah. Ya Allah tuhan kami, berilah kami pertolongan buat melawan orang yang tidak suka kepada agamaMu.

Ya Allah tuhan kami, janganlah engkau sesatkan hati kami sesudah mendapat petunjuk, berilah kami karunia. Engkaulah yang maha Pemurah.

Ya Allah Ya tuhan kami, ampunilah dosa kami dan dosa dosa orang tua kami, dan bagi semua orang Islam Laki Laki dan perempuan, orang orang mukmin Laki Laki dan perempuan. Sesungguhnya engkau dzat yg Maha Kuasa atas segala-galanya.

Maha suci engkau, tuhan segala kemuliaan. suci dari segala apa yang dikatakan oleh orang-orang kafir. Semoga kesejahteraan atas para Rasul dan segala puji bagi Allah tuhan seru sekalian alam.

Sementara doa dan dzikir dianjurkan untuk selalu dikerjakan, terlebih saat seorang muslim usai menunaikan sholat fardhu. Ada banyak lafal dzikir yang dapat diucapkan.

Hal itu pun hendaknya diucapkan secara berurutan.

Yang Memberi Nama Surat dalam Al Quran, Siapa ?

Mengenal sejarah mushaf pojokNama Surat dalam Al Quran – Secara etimologi, surat ini berasal dari kata (السور) atau (السؤر) yang berarti sisa minuman dalam suatu bejana. dengan pengertian seperti ini, maka surat Al-Quran berarti sebagian kecil dari Al-Qur’an.

Sedangkan secara terminologi, surat ialah sebuah jumlah ayat-ayat Al Quran yang terdiri atas awal serta akhir surat. Sedikitnya dalam satu surat ialah 3 ayat. Senada dengan definisi di atas, Imam Zarkasyi mengatakan:

قرأن يشتمل على آي ذوات فاتحة وخاتمة وأقلها ثلاث أيات

artinya: “Al-Qur’an yg meliputi atas beberapa ayat teridiri atas awal surat dan akhir surat paling sedikit tiga ayat, sebagaimana yang terdapat dalam surat al-Kautsar.

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (3) ـ

untuk banyaknya jumlah surat Dalam Al Quran, jumhur ulama menyatakan terdapat 114 surat. Pendapat ini sesuai dengan jumlah surat yg ada dalam mushaf saat ini. ada pendapat lain menyatakan bahwa surat – surat Dalam Al Quran ialah 113 surat, karena surat al-Anfal serta al-Taubah disebut satu.

di samping itu, para ulama mengelompokkan Nama surat Dalam Al Quran ke dalam empat kelompok:

1. ath-thiwâl (الطوال) atau surat – surat Al-Quran yang panjang. yg masuk ke dalam kelompok ini ada tujuh surat, yg dikenal dengan sebutan ath-thiwâl AS-sab‘ (السبع الطوال). ke 7 surat-surai yang panjang itu ialah sebagai berikut: (1) al-Baqarah, (2) Ali Imran, (3) al-Nisa, (4) al-Maidah, (5) al-An’am, (6) al-A’raf, (7) Yunus. Pendapat ini diutarakan oleh Said bin Jubair bin Hisyam.

Sebagian pendapat yg lain menyatakan bahwa surat yg ke tujuh itu bukan surat Yunus tapi surat al-Anfal-al-Taubah karena kedua surat tadi tidak dipisah oleh kalimat basmalah.

2. al-mi’ûn (المئون) yaitu surat-surat Al-Qur’an yg terdiri atas seratus ayat atau lebih. Surat yang termasuk 100 ayat ini dimulai dari akhir surat (السبع الطوال) sampai akhir Surat al-Sajadah.

3. al-matsanî (المثاني) yaitu surat-surat Al-Qur’an yang jumlah ayatnya kurang dari 100 ayat. Surat-surat yg tergolong al-matsanî ini ialah dari awal Surat al-Ahzab sampai awal Surat Qaf.

4. al-mufashshal (المفصل) yaitu surat-surat Al-Qur’an yang pendek-pendek, yg ada pada bagian akhir-akhir Al-Qur’an. Surat ini dikelompokkan dalam 3 kelompok:

a) al-mufashshaal thiwâl (طوال المفصل), yang tergolong kelompok ini adalah surat al-Hujarat sampai al-Buruj.

b) al-mufashshaal ausâth (أوساط المفصل), yang tergolong kelompok ini merupakan al-Thariq sampai al-Bayyinah,

c) al-mufashshaal qishâr (قصار المفصل), yang tergolong kelompok ini adalah Surat al-Zalzalah hingga akhir Al-Qur’an.

Penamaan Surat Al-Qur’an Ulama berbeda pendapat tentang penamaan Al-Qur’an, apakah beliau termasuk tauqifî, yakni sesuai petunjuk dari Nabi atas penamaan itu, atau taufiqî, yaitu hasil ijtihad sahabat?

 

Baca Juga : Al Quran Yang Dilengkapi Terjemahan Perkata

 

Jumhur ulama menyatakan bahwa seluruh nama-nama surat merupakan tauqifî, artinya sesuai atas petunjuk serta perintah Nabi ﷺ. Pendapat ini dikuatkan dengan beberapa dalil hadits:

من قرأ هاتين الأيتين من أخر سورة البقرة في ليلة كفتاه

artinya: “Barangsiapa yang membaca dua ayat dari akhir surat al-Baqarah di malam hari, maka beliau akan dicukupkan.”

من قرأ الزهراوين: البقرة وآل عمران فإنهما تأتيان يوم القيامة كأنهما غمامتان تحاجان عن أصحابهما

artinya: “Bacalah al-Zahrawain, yakni surat al-Baqarah serta Ali Imran, kelak keduanya akan datang menaungi pembacanya.”

من قرأ عشر أيات من أول الكهف عصم من الدجال

artinya: “Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat di awal Surat al-Kahfi, maka akan terjaga dari (godaan) dajjal.

Hadits-hadits di atas mengindikasikan bahwa Nabi yg memberi nama- nama surat Dalam Al Quran.

sementara itu, sebagian ulama menyatakan bahwa penamaan surat ini dilakukan atas dasar ijtihad para sahabat dan tabi’in. Hal ini berdasarkan pada penamaan yg disematkan Imam Sufyan bin Uyainah terhadap surat al-Fatihah. Imam Sufyan memberi nama surat al-Fatihah dengan nama surat al-Wafîah (tepat), sebab dalam surat al-Fatihah meliputi seluruh makna yg terkandung dalam Al-Qur’an.

Imam al-Tsa’labî memberi alasan lain tentang penamaan di atas, yaitu bahwa Surat al-Fatihah ini tidak menerima tanshif (setengah-setengah). sebab setiap surat Al-Qur’an apabila dibaca pada shalat, boleh dibaca separuh di rakaat pertama, lalu dilanjutkan separuhnya di rakaat kedua, berbeda dengan al-Fatihah, ia tak bisa dibaca kecuali harus dibaca secara utuh serta lengkap.

dalam hal ini, baik Imam Sufyan maupun al-Tsa’labî memberi nama di surat al-Fatihah sesuai makna yg terkandung dalam surat al-Fatihah, tanpa sesuai pada petunjuk Nabi.
Perlu diketahui bahwa terdapat sejumlah surat yg tidak hanya memiliki satu nama saja, termasuk di antaranya ialah Surat al-Fatihah. Surat ini mempunyai banyak nama, ada yang sesuai petunjuk Nabi (tauqifî), ada yg sesuai ijtihad sahabat atau tabi’in (taufiqî).

Nama-nama Surat al-Fatihah, yg sesuai dengan petunjuk Nabi artinya menjadi berikut:

1. Ummul Qur’an
2. Fatihah al-kitab
3. Al-Sab’u al-Matsanî.

Ketiga nama-nama di atas sesuai dengan sabda Nabi:

عن أبي هريرة، عن النبي أنه قال: هي أم القرأن، وهي الفاتحة، وهي السبع المثاني
artinya: “Surat al-Fatihah itu merupakan ummul Qur’an, al-Fatihah, serta al-Sab’u al-Matsanî.

Adapun nama-nama atas ijtihad sahabat atau tabi’in beserta alasan penamaannya adalah menjadi berikut:

1. Al-Wafîah, karena mencakup semua makna yg terkandung dalam Al-Qur’an
2. Al-Kafîah, karena bacaan al-Fatihah mencukupi dalam shalat, sedangkan yang surat yang tak bisa menggantikan al-Fatihah,
3. Al-Munajah, karena seseorang hamba bermunajat kepada Tuhannya dengan ucapan:
ياك نعبد وإياك نستعين)
4. Al-Du’a, karena mencakup unsur doa,( اهدنا الصراط المستقيم )
5. Al-Tafwîd, karena mengandung unsur kepasrahan serta ketulusan beribadah kepada-Nya dengan ucapan: (إياك نعبد وإياك نستعين).

dengan demikian, penamaan surat- surat dalam Al Quran secara umum adalah tauqifî, sesuai petunjuk Nabi. namun sebagian nama-nama itu ada yg ijtihad sahabat atau para tabi’in sebab melihat pada kandungan makna yg ada surat itu. Wallahu a’lam.

Moh. Fathurrozi, Pecinta Ilmu Qira’at, Kaprodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAI Al Khoziny Buduran Sidoarjo penjelasan ini ialah ringkasan dari kitab “Tarikh al-Qur’an al-Karim” karya Dr Muhammad Salim Muhaisin (hal. 76-108)

5 Hadits Membaca Al Quran Setiap Hari

Hadits Membaca Al Quran Setiap Hari menurut Rasulullah

Keutamaan Membaca Al Quran – Al-Qur’an ialah kitab suci utama dalam kepercayaan Islam, setiap muslim, meyakini bahwa Al Quran ialah pedoman hidupnya. Al Quran merupakan pedoman hidup bagi seluruh umat Muslim. Al Quran merupakan firman Allah yang di dalamnya ada sejumlah hukum, doa serta petunjuk yang bisa diaplikasikan umat Muslim dalam beribadah atau kehidupan sehari-hari.

Jadi, sangat dianjurkan sekali buat membaca dan mengamalkannya, karena membaca Al Quran termasuk salah satu ibadah yang sangat diutamakan.

Dosen Fakultas agama Islam (FAI) Sokhibul Arifin menyebutkan beberapa keutamaan membaca Al-Quran setiap hari berdasarkan Rasulullah.

berdasarkan penjelasannya, keutamaan membaca Al Quran setiap hari akan mengakibatkan hidup lebih berkah serta dimudahkan segala urusan.

Keutamaan membaca Alquran bahkan disebutkan secara rinci, salah satunya melalui hadist dari Riwayat Abdullah Ibnu Mas‘ud yang menjelaskan, setiap satu huruf yg dibaca akan diberi balasan satu kebaikan,”tegas Sohib.

Rasulullah SAW. bersabda:Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Alquran) maka dia akan menerima satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan pada sepuluh semisalnya. aku tidak berkata alif lâm mîm satu huruf. akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, serta mîm satu huruf.” (HR At-Tirmidzi).

Keutamaan selanjutnya ialah memberi syafaat di akhirat. seperti yg diriwayatkan dari Abu Umamah al-Bahili, Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah Alquran, maka sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya“.

Hadist ini memerintahkan agar menjadikan Al-Quran sebagai bacaan utama harian kita. Kelak Al-Quran akan menjadi sahabat di akhirat Jika kita sudah membersamainya sejak di dunia,”jelasnya lagi.

Bagi yang membaca al-Qur’an, kemudian mempelajarinya dan mengamalkannya maka kedua orangtuanya dipakaikan mahkota dari cahaya di hari kiamat.

Hal ini sebagaimana sabda nabi Muhammad SAW. “Siapa saja membaca Al-Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan kepada ke 2 orangtuanya pada hari kiamat mahkota dari cahaya dan sinarnya bagaikan sinar matahari(HR. Hakim)

dengan semua keutamaan itu, sangat wajar bila sahabat nabi berlomba-lomba membaca, mempelajari serta mengamalkan isi Al Quran. dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW. memerintahkan Abdullah bin Umar supaya mengkhatamkan Al Quran seminggu sekali (HR Ahmad).

Begitu juga sahabat nabi yg lain yaitu Zaid bin Tsabit, Usman bin ‘Affan, Ubay bin Ka’ab serta Ibnu Mas’ud; telah menjadikan dzikirnya buat mengkhatamkan Al Quran di setiap hari Jumat. namun demikian, minimal, hendaknya setiap Muslim bisa mengkhatamkan Al Quran setidaknya sebulan sekali.

ada banyak sekali keutamaan bagi orang yg gemar serta pintar membaca Al Quran, jangankam bagi orang yg lancar atau pintar membaca Al Quran, bagi orang yang masih belajar sekalipun diberikan pahala yang besar baginya. Keutamaan membaca Al Quran ini dijelaskan di dalam beberapa hadist ini dia.

1. menerima syafaat

salah satu keutamaan orang yg gemar membaca Al Quran ialah kelak dia akan mendapatkan syafaat atau pertolongan di hari kiamat. Ini sesuai dengan sebuah hadist yang diriwayatkan Iman Muslim, yg artinya:

Abu Umamah Al Bahily ra. mengatakan:saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Quran sebab sesungguhnya dia akan datang di hari kiamat sebagai pemberi syafaat pada orang yang membacanya.(HR. Muslim).

2. mendapatkan kebaikan

terdapat juga keutamaan bagi orang yg membaca Al Quran, bahwasannya dia akan mendaoatkan kebaikan yang dilipatgandakan. Ini sesuai dengan hadist dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:Siapa yg membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tadi, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan.” (HR. Tirmidzi).

3. Diangkat derajatnya pada sisi Allah

Keutamaan lain bagi orang yang getol membaca Al Qur’an bahwa Allah akan mengangkat derajatnya. Hal ini sesuai menggunakan hadist dari Umar RA berkata bahwa Rasulullah:

Allah Ta’ala mengangakat derajat berapa kaum melalui kitab ini (Al-Qur’an) serta dia merendahkan beberapa kaum lainnya melalui kitab ini juga.” (HR Muslim)

4. Dimuliakan Allah

Baik orang yg lancar membaca Al Quran ataupun terbata-bata, maka mereka akan mendapatkan kemuliaan serta pahala dari Allah SWT. Ini sesuai dengan sebuah hadist dari Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya:

seseorang yg lancar membaca Al Quran akan beserta para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat pada Allah. Adapun yg membaca Al Quran dengan terbata-bata atau kesulitan dalam bacaan tadi maka baginya 2 pahala(HR. Muslim).

5. Diberikan pahala seperti salat sepanjang malam

eutamaan luar biasa lainnya dari orang yang mencintai Al Quran dan senantiasa membacanya, maka Allah akan memberinya pahala seperti pahala orang yg salat sepanjang malam. Ini tertuang pada hadist dari Tamim Ad Dary radhiyalahu ‘anhu berkata, yang artinya:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:Siapa yg membaca 100 ayat di suatu malam dituliskan baginya pahala salat sepanjang malam.” (HR. Ahmad yang disahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’ no. 6468).

Itulah sekian keutamaan dari membaca Al Quran yang perlu diketahui. Semoga ini mampu memotivasi kita supaya terus belajar serta memperbanyak membaca Al Quran.

5 Bacaan Al Quran Super Langka, sudah tahu?

5 Bacaan Al Quran Super Langka, sudah tahu?

5 Bacaan Al Quran Super Langka

Bacaan Al Quran Super Langka – Al-Qur’an ialah kitab suci umat muslim di seluruh dunia. oleh karena itu, wajib hukumnya membaca, merenungkan, mengkaji, serta mengamalkannya pada kehidupan sehari-hari. sebagai kitab suci, Al-Qur’an tidak boleh sembarangan dibaca. ada kaidah-kaidah utama yg mengatur tata cara melafalkan Al-Qur’an. Kaidah tadi dinamakan ilmu tajwid.
seseorang muslim memang diwajibkan dapat membaca Al Quran secara baik dan benar serta memahami maknanya. Apalagi, surat-surat pendek dari kitabullah merupakan bacaan ketika salat. jikalau tidak paham bacaan dalam Al-Qur’an, lalu bagaimana hendak salat?

Bagi pemula, proses belajar membaca kitab suci Al-Qur’an sudah pasti bukanlah suatu hal yang mudah. Terlebih bila baru akan mulai belajar saat sudah dewasa. Meskipun begitu, dengan niat serta tekad yang kuat, maka tidak terdapat hal yang tidak mungkin untuk bisa dilakukan, termasuk membaca Al Quran.

 

Baca Juga : Al Quran Hafalan Yang Dilengkapi Terjemah Perkata

 

Tahukah kamu Bila terdapat bacaan Al Quran super langka ? Dikatakan langka sebab cara bacanya sedikit menyimpang dari hukum standar ilmu tajwid. Bacaan tersebut dinamakan gharib yg berarti “tersembunyi”. oleh karena itu, bacaan gharib sangat jarang ditemukan, bahkan di antaranya hanya satu dari keseluruhan Al-Qur’an. bertanya-tanya? mari, simak lima bacaan al quran super langka yang ada pada kitab suci umat muslim!

1. harus berhenti tanpa bernafas, bacaan ‘saktah’ ditandai huruf sin kecil

Bacaan langka yg pertama dianggap saktah, ditandai menggunakan huruf sin kecil (س) yg berada pada atas ayat. dalam bahasa Arab, saktah memiliki makna “berhenti”. merupakan, kamu harus segera berhenti ketika menemukan indikasi satu ini. namun, berbeda dengan waqaf yg memperbolehkan kamu mengambil nafas saat berhenti, saktah tidak demikian. kamu berhenti sekejap tanpa bernafas, lalu melanjutkan kembali bacaan.

Bacaan saktah hanya ada pada empat tempat pada Al-Qur’an, yakni surah Al-Kahfi ayat 1-2, Yasin ayat 52, Al-Qiyamah ayat 27, Al-Muthaffifin ayat 14. kalau kamu menemukan huruf sin kecil (س), ingat berhenti selama dua ketukan. ingat, tanpa bernafas!

2. Bacaan ‘isymam’ dilakukan dengan mengerucutkan bibir

Bacaan yang lebih langka dari saktah ialah isymam. Hanya terdapat satu dari keseluruhan bacaan Al-Qur’an, lho! Isymam terletak pada surah Yusuf ayat 11, yakni pada lafaz la ta’manna. Cara bacanya adalah dengan mengerucutkan bibir, serupa saat mengucapkan huruf “u” atau dhammah senyap. bila pada istilah Jawa sih mencucu.
Bibir yang dikerucutkan hanya sebatas isyarat, ya! artinya, kamu tak benar-benar melafalkan dhammah. dengan kata lain, huruf “u” diucapkan tanpa bunyi alias senyap. agar lebih jelas, kamu boleh meminta ustadz/ustadzah mempraktikkan secara pribadi.

3. Bacaan fathah yang dilafalkan miring ke kasrah disebut ‘imalah’

Imalah adalah bacaan gharib yang hanya bisa ditemukan di satu tempat dalam Al-Qur’an. pada surah Hud ayat 41, kamu akan menemukan lafaz majroha. Tahukah kamu Jika lafaz tadi seharusnya dilafalkan majreha? Hal ini dikarenakan aturan imalah.
Secara bahasa, imalah berarti “mencondongkan”, yakni mencondongkan fathah ke kasrah. kata ro pada majroha harus dicondongkan menjadi re, sehingga lafaznya berbunyi majreha. Oh ya, kata re diucapkan secara tipis, ya!

4. Membaca hamzah secara samar disebut ‘tashil’

saat menemukan huruf hamzah beruntun dalam Al-Qur’an, kamu wajib membaca hamzah ke 2 secara samar, ya! Hamzah yg pertama tetap dibaca jelas. dalam gharib, bacaan tersebut dinamakan tashil. istilah lainnya ialah baina-baina yg berarti “miring”. Maksudnya, tashil dibaca dengan bunyi antara alif dan hamzah.

Hamzah beruntun pada Al-Qur’an hanya terdapat pada surah Fushshilat. Tepatnya, pada lafaz a’ajamiyyun. Jadi, saat bacaanmu sampai di ayat 44 surah Fushshilat, perhatikan hukum tashil, ya!

5. ‘Naql’ adalah memindah harakat hamzah di huruf sebelumnya

Bacaan terakhir yg super langka adalah naql. Secara bahasa, naql memiliki makna “menggeser”. dengan demikian, bacaan ini punya hukum untuk menggeser harakat (tanda baca) yg terdapat di huruf hamzah ke huruf sebelumnya. Naql terjadi karena hamzah pada bacaan bersifat washal. Washal artinya tanda yang mengharuskan pembaca menyambung ayat.

Sama mirip bacaan gharib lainnya, naql hanya dapat ditemukan di satu tempat. Spesifiknya, di surah Al-Hujurat ayat 11. Lafal bi’sal ismu pada ayat ini harus dilafalkan bi’salismu.

Apa Saja Keutamaan Membaca Al-Qur’an?

Dikutip dari salah satu hadis riwayat Abdullah Ibnu Mas’ud, Rasulullah saw bersabda:
Siapa saja membaca satu huruf dari kitabullah (Al-Qur’an), maka dia akan menerima satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan pada sepuluh semisalnya, saya tidak mengatakan alif lam mim satu huruf. tapi, alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf,(HR. At-Tirmidzi).

di bawah ini adalah beberapa keutamaan membaca Al-Qur’an:

  1. Memperoleh pahala
  2. Mendapat syafaat pada hari kiamat
  3. Pencapaian lebih baik dibandingkan harta dunia
  4. Perniagaan yang tidak pernah merugi
  5. Membawa kebaikan bagi pembaca

Nah, itu dia 5 bacaan gharib pada Al quran yang super langka. Mulai sekarang, Bila kamu menemukan bacaan-bacaan pada atas, kamu telah memahami hukum yg benar, kan?

11 Rekomendasi Buku Tentang Pernikahan dalam Islam Terbaik

11 Rekomendasi buku Terbaik tentang Pernikahan dalam Islam

Menjelang hari pernikahan, tentu banyak hal yg perlu dipersiapkan. dalam Islam, pernikahan adalah ibadah yg dapat menyempurnakan separuh agama. buat itu, berusahalah menjadi pasangan yg saling melengkapi demi meraih pahala pada rumah tangga. oleh sebab itu, usahakan Anda mengkaji ilmu pernikahan melalui buku bekal pernikahan islami.

kini , kami akan mengulas cara memilih dan merekomendasikan buku tentang pernikahan dalam Islam yg bagus. Rekomendasi buku pernikahan islami best seller dari aneka macam merk penerbit ada dalam artikel ini. kitab pernikahan dari Pro-U Media, Qisthi Press, serta mitra Pustaka akan Anda jumpai.

Raih Kebahagiaan dalam keluarga

Pernikahan akan dilewati oleh dua orang dari keluarga berbeda dengan karakter yg tidak sama pula. Kehidupan sesudah pernikahan pun tidak selalu mulus, pasangan suami istri sempurna akan dihadapkan dengan berbagai konflik. Nah, membaca buku dengan tema rumah tangga akan menuntun Anda untuk menyikapi persoalan dalam pernikahan.

buku bertema rumah tangga memuat contoh-contoh konflik pasangan suami istri beserta solusinya. Jadi, ketika Anda sedang dihadapkan dengan masalah rumah tangga, Anda bisa mengatasinya dengan bijak. Hal tadi tentu akan berdampak baik pada keharmonisan rumah tangga Anda serta pasangan. Bersiaplah buat meraih kehidupan rumah tangga yg penuh kasih sayang!

11 Rekomendasi buku terbaik tentang pernikahan dalam Islam

pada pasaran sendiri, buku mengenai pernikahan dalam Islam tersedia cukup banyak. tetapi, kami sudah menyiapkan sepuluh rekomendasi buku tentang pernikahan dalam Islam yg indah buat Anda. Semoga pilihan kami sesuai dengan kebutuhan Anda!

1. Nikmatnya Pacaran setelah Pernikahan

Kenali makna cinta dalam Islam yang sesungguhnya
Selain berprofesi sebagai ustaz, Salim A. Fillah pula dikenal menjadi penulis yg pandai merangkai istilah-kata. Lewat buku ini, Ustaz Salim mengajak para remaja dan orang dewasa buat menjauhi cinta yang tak disukai agama Islam. buat Anda yg menginginkan pernikahan tanpa pacaran sebelumnya, buku ini layak untuk dibaca.

buku ini akan mengajak Anda untuk mengenali makna cinta yang sesungguhnya. Bukan melalui pacaran, tetapi dengan menjaga kehormatan dan memantaskan diri buat calon pasangan yang disiapkan Allah. Lewat buku ini, Anda juga diajak meneladani romansa Nabi Muhammad serta para sahabatnya.

2. Kado Pernikahan

Berisi nasihat untuk pengantin pria serta wanita
dalam kehidupan berumah tangga, Anda tidak hanya merasakan sisi romantis, tetapi juga suka dan duka. buku ini mengajak Anda buat menyadari bahwa kehidupan rumah tangga bukan hanya untuk kenikmatan semata. Menariknya, penulis secara adil menyampaikan banyak nasihat untuk para pria serta wanita yang sudah menikah.

misalnya saja, anjuran menutup aurat, larangan berdandan menyerupai orang kafir, dan memuliakan pasangan. Melihat isinya yg lengkap, buku pernikahan ini bisa dijadikan hadiah buat sahabat Anda yang baru menjadi pengantin. Belum lagi terdapat kesesuaian antara judul buku dengan hari bahagianya, buku ini pun makin cocok Anda hadiahkan!

3. Bahagianya Merayakan Cinta

Ditulis dengan sangat romantis
pada buku ini, Salim A. Fillah mengulas mengenai pahala-pahala yang dapat diraih dari perjalanan rumah tangga. sebagai contoh, saat suami memberikan nafkah pada istrinya, menghormati orang tua, serta lainnya. banyak pula kisah romantis dari para teman Nabi Muhammad SAW yang dapat Anda jadikan motivasi.

Kualitas buku ini bukan saja terletak pada isinya yang romantis, tetapi juga di diksi yang dipergunakan. Bila Anda baru saja menikah serta ingin menjadi lebih romantis buat pasangan, segeralah membeli buku ini.

4. Bekal Pengantin

Kupas tuntas panduan pranikah serta berumah tangga
untuk Anda yang mencari panduan pernikahan yg lengkap, buku berjudul Bekal Pengantin ini artinya jawabannya. buku ini mengulas petunjuk serta nasihat pernikahan islami yg diambil dari Al-Qur’an serta hadis. terdapat pula nasihat pranikah, baik buat calon pengantin pria juga wanita.

Selain menyampaikan pedoman pranikah, buku ini juga menjelaskan tips membangun rumah tangga islami. Menariknya, topik berumah tangga mirip cara mendidik anak dan berinteraksi dengan pasangan dibahas cukup detail. dengan membaca buku ini, diharapkan Anda dapat membangun keluarga yg bahagia dan penuh kasih sayang.

5. Cukupkah Cinta untuk Menikah?

Gaya bahasanya kalem dan mudah dipahami
Pernikahan adalah salah satu ibadah sunah yg diajarkan oleh Nabi Muhammad. untuk bisa menikah, tentunya Anda perlu menyayangi seseorang. tetapi, benarkah cinta tidak cukup dalam menjaga hubungan rumah tangga? buku ini akan mengajak Anda buat merenungi makna cinta dan pernikahan pada Islam sesungguhnya.

pada buku ini, penulis memberikan tips supaya rumah tangga Anda menjadi sakinah, mawadah, serta penuh rahmat. ada pula beberapa hal yang menurut penulis bisa menyulut pertengkaran, contohnya komunikasi serta media sosial. dengan bahasa penulisan yang santai, buku ini pas buat Anda yg ingin menikah pada usia muda.

6. Berjuta Rasa menjadi Papah-Mamah muda

Serunya menikah serta berkeluarga di usia muda
Dewasa ini, banyak pasangan muda yg mudah bertengkar sebab kesulitan mengurus anak. di akhirnya, perceraian menjadi solusinya. persoalan ini mungkin saja muncul karena Anda belum memiliki pengalaman dan pengetahuan pada mengurus rumah tangga.

Bagi pasangan muda, buku ini bisa menjadi bacaan selagi menanti kelahiran sang buah hati. Penulis berusaha memotivasi Anda agar tidak mudah stres waktu menghadapi perseteruan dalam rumah tangga. buku ini juga dapat menjadi bekal Anda dalam menghadapi ketakutan akan pernikahan pada usia muda.

7. buku Pernikahan dalam Islam Al Abror Media

Meraih kebahagiaan serta keuntungan adalah fitrah setiap insan manusia. oleh karena itu, setiap orang akan melakukan upaya-upaya yg dirasa akan mendatangkan keduanya. Upaya yang dilakukannya akan selaras dengan pengetahuan yg dimilikinya. sehingga ada yg benar-benar mengupayakan kebahagiaan serta keuntungan yang hakiki dan abadi. namun, tidak sedikit pula yg hanya berusaha meraih kebahagiaan, kepuasan, serta keuntungan yang sementara, sesaat, dan tidak kekal. Itu semua sesuai dengan tingkat pemahaman dan ambisi (atau niat dan tujuan) masing-masing.

Termasuk juga dalam pernikahan. ada yg benar-benar ingin meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat, namun banyak pula yang hanya sebatas buat mendapatkan kepuasaan dan keuntungan sesaat.

supaya pernikahan yang dilakukan insan bisa mendatangkan kebahagiaan serta keuntungan yg hakiki, Islam membawakan sekian banyak aturan serta adab-adabnya. Bukanlah aturan dan adab-adab itu buat mempersulit dan mempersempit ruang gerak kita. Bahkan kebalikannya, hukum-hukum yang terdapat dalam Islam untuk kebaikan serta maslahat diri kita sendiri, keluarga, masyarakat, dan negara secara umum .

Semoga kehadiran buku tentang pernikahan ini menambah literatur dan wawasan bagi kita tentang pernikahan dan Pernik-perniknya.

8. buku panduan keluarga SAKINAH – tata cara Pernikahan Dalam Islam

Mewujudkan keluarga yg sakinah, mawaddah, wa rahmah (keluarga yang dipenuhi ketenangan, rasa cinta, dan kasih sayang) merupakan dambaan setiap Muslim serta Muslimah yang akan menghadapi mahligai tempat tinggal tangga. keluarga yg sakinah adalah keluarga yg pada dalamnya ditegakkan syari’at Allah Ta’ala, keluarga yang pada dalamnya terdapat sikap saling memahami, dan keluarga yang di dalamnya ada rasa cinta dan pergaulan yg baik.

tetapi, mencapai keluarga yg sakinah bukanlah suatu hal yang mudah, tetapi bukan juga suatu hal yang mustahil. oleh karena itu, setiap #Muslim dan #Muslimah yang hendak berumah tangga berkewajiban buat mempelajari serta memahami konsep serta tujuan pernikahan dalam Islam menjadi bekal utama sebelum melangkah ke jenjang pernikahan serta akhirnya meraih keluarga yg sakinah dengan izin Allah Ta’ala.

buku ini membahas tentang berbagai aspek dalam #pernikahan yg perlu diketahui, meliputi: tujuan pernikahan dalam #Islam, manfaat pernikahan, tata cara pernikahan Dalam Islam, beberapa pernikahan yg dihentikan syari’at Islam, pelanggaran-pelanggaran yg seringkali terjadi dalam pernikahan, kiat-kiat membina rumah tangga yang ideal, hak dan kewajiban suami-istri, nasihat untuk #suami #istri, hal-hal yang harus dilakukan saat si buah hati lahir, kewajiban mendidik anak, menggapai ridha Allah Ta’ala dengan berbakti kepada kedua orang tua, serta lainnya.

dengan mengetahui seluruh aspek dalam pernikahan ini, mudah-mudahan bagi mereka yang hendak menikah, mereka yg baru memasuki jenjang #rumahtangga, juga mereka yg sudah lama berumah tangga mampu mewujudkan #keluarga yg sakinah, mawaddah, wa rahmah.

9. buku MAHKOTA PENGANTIN

buku ini adalah terjemahan dari kitab ” Tuhfah al-Arusain.” karya Majdi bin Manshur bin Sayyid asy-Syuri.

buku ini sangat penting jadi pegangan bagi pemuda-pemudi Muslim yang hendak menikah maupun keluarga Muslim. tidak ada istilah terlambat buat berbenah diri. sebab bahagia wajib dijemput, bukan menunggu buat didatangi. Kelebihan buku ini terletak pada kupasannya yg relatif lengkap.

Bahasanya pun lebih cair, apa adanya serta dialogis. seringkali gambaran dimulai dengan tanya jawab kemudian disusul dengan jawaban yg jelas, lugas serta berdalil. buku ini bicara tanpa pakewuh berlebihan untuk hal-hal yang bagi sebagian orang sensitif. ketika banyak buku lain yang “malu-malu” bicara tentang etika pergaulan seksual suami istri, buku ini bicara perihal etika, adab serta seni tanpa terjebak pada vulgaritas yang mengoyak malu.

buku ini mengoreksi 221 kesalahan pada shalat yg paling sering terjadi, berikut koreksinya . Disuguhkan dengan ringkas, padat serta menuntun, dan cocok buat semua kalangan.

“Shalatlah sebagaimana kalian melihat saya shalat.” Demikian sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam beliau sudah mengajarkan tata cara shalat yg sahih kepada para shahabat dia, sebagaimana beliau mengoreksi kekeliruan sebagian shahabat beliau yg keliru dalam shalat. Maka tata cara shalat yang diriwayatkan shahabat-shahabat beliau, yg kemudian hingga pada kita umat dia,adalah tata cara shalat yg tepat, sebagaimana yg dia ajarkan melalui sabda serta contoh perbuatan.

10. panduan Lengkap Nikah dari A hingga Z

Pernikahan ialah perkara yg agung dan ikatan yang suci lagi mulia antara 2 jenis manusia. Pernikahan adalah pembeda antara manusia dan binatang. karena pernikahan bukan sekedar wadah buat melampiaskan hasyrat birahi semata. sehingga dalam waktu sekejap akan musnah berantakan manakala kejenuhan muncul serta kebosanan terhadap pasangan timbul. akan tetapi lebih dari itu pernikahan artinya karunia ilahi yang patut disyukuri. Dengannya manusia bisa berkembangbiak, menemukan kedamaian serta kebahagiaan dan terjaga kehormatannya.

tetapi demikian, betapa banyak orang yang mengeluhkan kegagalan pernikahannya?. Kondisinya sebelum menikah jauh lebih baik daripada sesudah menikah. Pernikahan yg dihayalkannya sebagai sesuatu yg indah dan diharapkan dapat memberikan kebahagiaan, ternyata malah membuatnya sengsara bagaikan hidup di neraka.

tidak diragukan lagi, hal tersebut terjadi menjadi akibat dari keengganan mengikuti petunjuk ilahi. Pernikahan yg dijalaninya hanya semata mengikuti hawa nafsu dan kesenangan duniawi, sehingga pada saat singkat keindahan semu serta palsu itu memudar dan pada akhirnya hilang sirna.

Pernikahan yg sukses adalah pernikahan yg bisa menghadirkan keindahan hidup, ketentraman jiwa dan kebahagiaan hakiki, laksana hidup di surga dunia. semua itu dapat kita raih manakala kita mengikuti petunjuk ilahi pada menjalaninya.

Pastikan pernikahan anda sesuai petunjuk tuhan dengan membaca buku ini, sehingga surga dunia dan akherat dapat teraih insya Allah.

11. Untukmu yg Akan Menikah dan telah Menikah

“Pernikahan yang dibeli dengan harta, akan dijual saat harga jualnya lebih menguntungkan.”

“Pernikahan demi kecantikan atau ketampanan semata, tidak ubahnya rumah yang dibeli karena berandanya saja.”

“Pernikahan artinya gerbang bagi suami istri menapaki titian kehidupan baru yang sarat kebahagiaan atau kesengsaraan atas kehendak berdua.”

“Janganlah membangun rumah di atas sebidang tanah, tapi bangunlah pada atas pernikahan.”

Berbahagialah anda, Bila istri yang akan serta telah menjaid milik anda, bisa sebagai kekasih hati dan teman hidup, butir hati dan belahan jiwa, cahaya mata serta pelipur lara, penyembuh hati yang luka, setia serta pembangkit semangat, ratu kecantikan yang melebihi khayalan, lebih tahui tentang diri anda dari pada anda sendiri, cintanya tidak pernah pupus serta pudar, qudwah hasanah bagi putra-putrinya, pencetak generasi rabbani yg diimpikan.

juga selamat kepada anda, Bila suami yang akan dan telah menikahi anda adalah sosok saleh, memandang diri anda dengan pandangan cerah penuh harapan, meyelami sanubari sebelum menyelami penampilan. kitab ini, “Untukmu yg Akan Menikah & sudah Menikah” memang sengaja diterbitkan buat melengkapi kebahagiaan anda. Selamat merengkuh kebahagiaan.

Mengenal ilmu tasawuf : Sejarah, Prinsip, Dasar dan Bentuk Ajaran

Ilmu Tasawuf dalam Islam yg berfokus buat Menjauhi Hal-hal Duniawi

Tasawuf ialah ilmu dalam agama Islam yg berfokus menjauhi hal-hal duniawi. kata tasawuf berasal dari bahasa Arab dari kata ”tashowwafa – yatashowwafu – tashowwuf” mengandung makna (menjadi) berbulu yang banyak, yakni menjadi seseorang sufi atau menyerupainya dengan ciri khas pakaiannya terbuat dari bulu domba/wol.

Meski di praktik nyabertanya tidak seluruh sufi mengenakan pakaian berbahan wol. dari berbagai pendapat, nama sufi mempunyai makna dan arti kesucian (shafa) hati serta kebersihan tindakan. sehingga mampu disimpulkan sufi dianggap orang yg mempunyai hati suci dan bersih dalam tindakan.

dengan demikian tasawuf atau sufisme adalah suatu kata yg lazim digunakan buat mistisisme dalam Islam dengan tujuan utama memperoleh hubungan langsung dengan tuhan dari buku Pengantar Ilmu Tasawuf karya Dr. H. Badrudin, M.Ag. Berikut pengertian tasawuf selengkapnya yg menarik diketahui:

Pengertian ilmu Tasawuf

1. Dari AS-Siraj ath-Thusi (w. 378 H) kata sufi serta tasawuf sudah dikenal sejak zaman jahiliah dan zaman awal datangnya Islam. Sirajuddin at-Thusi dalam karyanya yg berjudul al-Luma’ mengatakan, “Menurutku pendapat yg unggul ialah kata sufi sudah dikenal semenjak abad pertama Islam”.

beliau mengambil dalil dari ucapan al-Hasan al-Bashri (w. 110 H) yang berguru kepada para sahabat Nabi, “aku melihat seorang sufi sedang tawaf. saya berikan dia hadiah, anehnya dia menolak seraya berkata ‘aku masih mempunyai uang empat daniq (daniq diambilkan dari bahasa Persia yg bermakna seperenam dirham perak)’.” berdasarkan AS-Siraj ath-Thusi, awal mulanya istilah sufi disematkan pada orang-orang yg mempunyai kemuliaan dan suka berbuat baik kepada sesama.

Pendapat AS-Siraj ath-Thusi pula didukung oleh Sufyan ats-Tsauri (w. 161 H) yang sependapat dengannya. Sufyan ats-Tsauri menukil ucapan Muhammad bin Ishaq bin Yasar (w. 151 H), “Sebelum datangnya Islam, Makkah pernah sangat sepi berasal peziarah, tidak ada satu pun manusia bertawaf di Masjidil Haram. sampai suatu saat datanglah seorang laki laki sufi yang bertawaf di Masjidil Haram dan kemudian meninggalkan kota Makkah”.

menurut Sufyan ats-Tsauri, “ riwayat ini benar, maka hal ini menjadi bukti bahwa ungkapan sufi sudah dikenal jauh sebelum datangnya Islam”.

2. Berdasarkan Abu Qasim al-Qusyairi (w. 465 H), Ibnu Khaldun (w. 806 H) dan AS-Sahrawardi (w. 330 H), kata sufi dan tasawuf baru dikenal di akhir abad ke 2 Hijriah. Abu Qasim al-Qusyairi berkata, para tokoh panutan kaum muslimin di zaman Rasulullah hanya diberikan gelar “ash-Shahabat”.

tidak ada gelar yang lebih tinggi asal gelar ini karena gelar “ash-Shahabat” bermakna para pendamping dakwah Nabi Muhammad ﷺ. kemudian, para panutan umat Islam di generasi setelahnya diberikan gelar “at-tabi’in”.

Umat Islam kala itu memandang gelar “at-tabi’in” (para pengikut) sebagai gelar yg sangat agung. Disusul lalu, di generasi selanjutnya muncullah gelar “tabi’ut tabi’in” (para pengikut tabi’in)”. pada era selanjutnya, gelar yang disematkan lebih seperti gelar “az-zahid” (oleh ahli zuhud) dan gelar “al-‘ubbad” (sang ahli ibadah).

Bahkan, banyak kalangan sekte sesat dalam Islam yg juga menjuluki pemimpin mereka dengan gelar “az-zahid” (sang ahli zuhud). Menyikapi hal ini, para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah memberikan gelar khusus kepada jalan orang-orang yg menjaga dirinya beserta Allah, menjaga hati mereka berasal lupa pada Allah dengan julukan “at-tasawwuf”. Julukan baru ini populer pada kalangan pembesar Ahlussunnah wal Jama’ah pada akhir abad ke 2 hijriah. (Lihat Abu Qasim al-Qusyairi, ar-risalah al-Qusyairiyyah, Beirut: Dar al-Jiil, 2005, hal. 389).

Ibnu Khaldun berpendapat, “Ilmu ini (tasawuf) merupakan ilmu syariat yang baru dikenal pada beragama. pada dasarnya tasawuf bersumber dari ajaran para salaf dan pembesar dari kalangan para shahabat serta tabi’in yang menyusuri jalan kebenaran dan petunjuk Allah.

Dasar ajaran tasawuf ialah menetapi ibadah dan berserah diri kepada Allah, menghindari gemerlapnya nafsu duniawi, menjaga diri dari terlena akan kenikmatan duniawi, harta serta pangkat derajat, serta menyepi asal makhluk demi meraih kenikmatan beribadah pada Allah.

Ajaran ini telah sangat umum dijalankan oleh para shahabat serta para salaf. di akhir abad kedua Hijriah, saat umat Islam telah terlena dalam masalah duniawi serta sibuk dengannya maka lahirlah gelar sufi serta tasawuf bagi orang-orang yg menetapi beribadah pada Allah”. (Lihat Ibnu Khaldun, Muqaddimah Ibnu Khaldun, Kairo: Maktabah Taufiqiyyah, 2009, hal. 517).

3. Dari sebagian kalangan ulama kata tasawuf baru dikenal selesainya abad ketiga hijriah. tapi pendapat ini sangat lemah Jika dibandingkan dengan argumentasi 2 pendapat sebelumnya. Pendapat ini diutarakan sang kalangan yg tidak terlalu menyukai ajaran tasawuf seperti Ibnu Taimiyyah serta sesamanya. (Lihat Ibnu Taimiyyah, risalah AS-Shufiyyah wal Fuqara’, Kairo: Dar al-Hadits, 1999, hal. 9).

Sumber Ajaran ilmu Tasawuf

sumber utama ajaran tasawuf ialah dari alquran serta al-Hadis. Alquran adalah kitab yang di dalamnya ditemukan sejumlah ayat yg berbicara tentang inti ajaran tasawuf. Ajaran-ajaran perihal khauf, raja’, taubat, zuhud, tawakal, syukur, shabar, ridha, fana, cinta, rindu, ikhlas, ketenangan dan sebagainya secara jelas diterangkan dalam alquran.

Al-Hadis pula banyak berbicara perihal kehidupan rohaniah sebagaimana yg ditekuni oleh kaum sufi setelah Rasulullah.

Dua hadits terkenal yg diriwayatkan sang Bukhari dan Muslim : “Sembahlah Allah seolah-olah kamu melihat-Nya, maka jika kamu tidak melihat-Nya, maka dia pasti melihatmu” dan juga sebuah hadits yg berkata: “Siapa yang kenal pada dirinya, niscaya kenal dengan tuhan-Nya” adalah sebagai landasan yg kuat bahwa ajaran-ajaran tasawuf tentang masalah rohaniah bersumber dari ajaran Islam seperti yg dikutip berasal Muhammad Hafiun, Teori dari Usul Tasawuf.

Prinsip tasawuf

Berdasarkan ahli sufi, Profesor Angha pada The Hidden Angels of Life, prinsip tasawuf yg bisa dilakukan ialah:

Zikir

Zikir merupakan proses pemurnian hati, pembersihan serta pelepasan. Orang-orang yang melakukan zikir bertujuan mendekatkan diri di tuhan melalui doa dan melantunkan lafaz zikir.

Fikr (Meditasi)

Ketika pikiran resah atau Bertanya tanya, pusatkan perhatian ke dalam diri dengan berkonsentrasi di satu titik. Meditasi yaitu perjalanan kegiatan mental dari dunia eksternal menuju esensi diri.

Sahr (Bangkit)

Membangkitkan jiwa dan tubuh sebagai proses mengembangkan kesadaran maata serta telinga. Selain itu juga sebagai proses mendengarkan hati, dan proses meraih akses menuju potensi diri yang tersembunyi.

Ju’i (Merasa Lapar)

Merasakan lapar hati serta pikiran buat bertahan mencari dan mendapatkan suatu kebenaran. Proses ini melibatkan hasrat serta keinginan yang mendalam untuk tetap sabar dan tabah mencari jati diri.

Shumt (Menikmati Keheningan)

Berhenti berpikir serta mengatakan hal yg tidak perlu. ke 2 ini merupakan proses menenangkan lidah dan otak dan mengalihkan dari godaan eksternal menuju ilahi.

Shawm (Puasa)

Tidak hanya tubuh yg berpuasa melainkan pikiran juga. Proses ini termasuk puasa fisik, bermanfaat buat melepaskan diri dari hasrat serta keinginan otak dan pandangan atau persepsi indera eskternal.

Khalwat (Bersunyi Sendiri)

Berdoa pada kesunyian, baik secara eksternal juga internal serta melepaskan diri. Bersunyi sendiri tetap bisa juga dekat dengan orang lain atau di tengah orang banyak.

Khidmat ( Melayani)

Menyatu dengan kebenaran tuhan. seorang menemukan jalan jiwa untuk pelayanan dan pertumbuhan diri.

telah membeli
45 minutes ago